BRMP Jawa Tengah Dorong Petani Muda Brebes Paham Digital Marketing
Brebes - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah melalui program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing untuk Petani Naik Kelas (15/10/26) di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri atas petani muda dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Paguyangan. Bertujuan meningkatkan kapasitas petani muda dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk pertanian. Disamping juga untuk memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk pertanian di era digital.
Kepala Desa Pandansari, Irwan Susanto, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai kesempatan bagi petani untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Pandansari menggantungkan mata pencaharian pada komoditas kentang dan sayuran, dengan luas lahan pertanian mencapai sekitar 400–500 hektare.
Pemaparan materi pertama oleh Iskandar Agung, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes. Temanya “Peran Generasi Muda Mendukung Pertanian di Kabupaten Brebes”. Materi ini membahas pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor pertanian, termasuk melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan pemasaran hasil pertanian.
Narasumber selanjutnya, Novi dari Petani Happy menyampaikan materi bertajuk "Dari Ladang ke Layar: Mengemas Kearifan Lokal Menjadi Konten Video Modern". Dengan pendekatan interaktif menyerupai diskusi podcast. Beliau mengajak peserta berdialog, berbagi pengalaman, dan menggali ide kreatif dalam mengemas potensi pertanian menjadi konten digital yang menarik. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan peserta dalam menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi bersama narasumber.
Tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan konten video. Tahapan praktik meliputi penyusunan script atau naskah, pengambilan gambar (shooting), penyuntingan video (editing), hingga proses akhir (rendering) untuk menghasilkan video yang siap diunggah ke media sosial.
Melalui pelatihan ini, petani muda diharapkan mampu mengoptimalkan media digital sebagai sarana promosi, membangun identitas produk, serta memperluas akses pasar. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya dalam mendorong regenerasi petani dan mewujudkan pertanian modern yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing melalui program ICARE.